Ibarat Nahwu
Aku, kamu, dia?
Hanya bisa dimengerti oleh yang memahami nahwu
Aku
dan kamu.. ibarat alif lam ( ال )
dan tanwin ( ٌ ) yang tak boleh bertemu dalam satu isim. الحُبُّ.
Aku
adalah alif lam.. alamat untuk isim ma’rifat yang menunjukkan sesuatu tertentu.
Sedangkan
kamu.. kamu adalah alamat yang menunjukkan bahwa kamu nakiroh.. Masih umum,
bisa dipakai untuk siapa saja.
Tak
mungkin aliflam dan tanwin bersatu dalam satu isim. Jika dipaksakan, apa yang
terjadi? Hanya akan merusak isim itu. Contoh: الحُبٌّ salah besar bukan?..
Karna
Allah masih menjadikanku seorang isim ma’rifat dan belum mengizinkanku untuk menjadi jumlah. Ia telah menuliskan seorangأَنَّ
untukku di lauhul mahfudz.
أَنَّ yang Allah berikan untuk
menguatkan dan meneguhkan seorang isim ma’rifat.
Jika
telah tiba saat yang tepat, maka الحُبُّ akan
menjadi أَنَّ الحُبَّ “sungguh,
cinta”. Dan akan lebih sempurna jika Allah menghadirkan buah cinta yang mungkin
bernama جَمِيْلٌ.
Maka
sempurnalah menjadi أَنَّ الحُبَّ جَمِيْلٌ jumlah mufidah yang bermakna samara.
MasyaAllah…
Amiin..


Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMaa syaa Allah... Nahwuny rek... anakke Pak Ridlwan... r.u.m.i.t
BalasHapuscieee....masyaaAlloh lah yhaa...
BalasHapusnahwune nglothok.....hehehe