Beliau
adalah Abu Abdillah bin Ubaidillah bin Abdullah bin Mas’ud Al-Hudly Al-Madany radhiyallahu
‘anhu. Di lahirkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab radhiyallahu
‘anhu, beliau adalah ayah dari Abdullah Al-hudly Al-Madany. Ubaudillah
termasuk nama mulia dari golongan Quraisy, sedangkan Hudail nama sebuah kabilah
besar.
Menurut
Al-Waqidy dan Muhammad bin Namir, beliau wafat pada tahun 98 H. Namun berbeda
dengan Al-Haitsam bin Adi yang mengatakan bahwa beliau wafat pada tahun 99 H.
Dan adapula yang mengatakan bahwa beliau wafat pada tahun 200 H di Madinah, dan
ini merupakan pendapat yang paling rajah.
B.
TALAQQY
Ubaidillah banyak bertemu dengan para sahabat
-ridwanullahi ta’ala alaihim-,
beliau banyak mendengar dan meriwayatkan hadist dari beberapa sahabat, di
antaranya seperti Inbu Abbas, Abu Hurairah, Aisyah ummul mukminin, Fathimah
binti Qa’is, Ummu Qa’is bintu Muhsin, Abi Waqith Al-Laitsy, Zaid bin Khalid Al-Juhny, Ibnu Umar, Abi
Sa’id, An-Nu’man bin Basyir, Maimunah, Ummu Salamah, dan juga dari Umar bin
Khattab.
Di
samping itu juga banyak yang meriwayatkan hadits dari beliau (Ubaidillah bin
Abdullah), diantaranya yakni ; Az-Zuhry, Musa bin Aisyah, Abu Zinad, Sholih bin
Kisan, Khushoif Al-Jazary, Sa’ad bin Ibrohim, Thalhah bin Yahya bin Thalhah dan
masih banyak lagi yang meriwayatkan hadits dari beliau. Selain itu, beliau juga
adalah seorang guru dari salah satu amirul mukminin, yakni khalifah Umar bin
Abdul Aziz.
C.
KEPRIBADIAN DAN
KEUNGGULAN
Beliau
adalah seorang imam yang buta matanya, namun demikian beliau memiliki
kepribadian yang sangat luhur, beliau seorang ulama yang tsiqqoh, alim, faqih, sholih,
banyak ilmu dan juga banyak hadits yang telah beliau riwayatkan, selain iitu
beliau juga sangat mahir dalam bersyair.
Az-Zuhry
mengatakan bahwa Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud ibarat lautan
dari samudra ilmu, di karnakan begitu luasnya ilmu yang beliau miliki. Bahan
Az-Zuhry juga pernah mengatakan :
“Aku telah mendengar banyak ilmu, maka aku
mengira bahwa ilmuku itu sudah cukup bagiku. Sampai aku bertemu dengan
Ubaidillah, maka seakan-akan tidak ada ilmu apapun di tanganku.”
D.
KONTRIBUSI DALAM
FIQIH
Ubaidillah
bin Abdullah bin Mas’ud adalah sorang imam ahi fiqih, mufti dari Madinah, dan
merupakan salah satu dari Fuqohaus Sab’ah yang terdiri dari :
1.
Said bin
Musayyab
2.
Urwah bin Zubair
3.
Al-Qosim bin
Muhammad bin Abu Bakar
4.
Khorijah bin
Zaid bin Tsabit
5.
Abu Bakar bin
Abdurrahman bin Harits bin Hisyam
6.
Sulaiman bin
Yasar
7.
Ubaidillah bin
Abdullah bin Utbah bin Mas’ud
Yang
dimana dari tangan Fuqohaus Sab’ah ini tersebarlah Fiqih Ahlul Madinah, dan
menjadi Madrosah Al-Fiqhiyah Al-Ulaa pada masa itu.
REFERENSI
Ad-Dhahaby, Al-Imam
Syamsyuddin Muhammad bin Ahmad binUtsman, Siyar A’lamu Nubalaa’,
Daarul Hadits, Kairo 2006 M / 1427 H, Juz 5
Manna’, Al-Qhotthan, At-Tasyri’
Wal Fiqhi Fil Islam, Muassasatur Risalah, Beirut 1982 M / 1402 H
At-Thorify, Dr.Nashir
bin Aqil bin Jasir, Tarikh Al-Fiqhi Al-Islamy, Maktabah At-Taubah, Riyad
1997 M / 1418 H
Al-Hasyimi, Syaikh
Abdul Mun’im, Kisah Para Tabi’in, Ummul Quro, Jakarta 2015 M / 1436 H


0 komentar:
Posting Komentar