“situ udah adzan maghrib nad ?” Tanya abiku di telfon. “iya bi” jawabku.
“kok udah adzan ya, sini belum, abi aja masih makan” kata abiku.
Serasa mulutku ini pengen nyeloteh menjawab kata-kata abiku : “iyakah bi ?”. “lauknya apa bi ?”. “aku udah bosen sama lauk sini bi”. “kangen, pengen makan bareng dirumah”.
Ufffttt,,,, tapi itu Cuma celotehan dalam hati aja, rasanya pengen menjawab itu, jarang-jarang aku bisa ngobrol sama abi. Tapi karna udah maghrib jadi aku cuma jawab “oo, gitu ya bi”, “ya udah tak tutup dulu ya” kata abi.
Aaaahhh,,, kenapa aku nggak ngobrol panjang lagi, kenapa cuma itu…kenapa ngepasi waktu maghrib…
Tiap di telfon, jarang sekali bisa denger suara abi, keseringan klo aku nanya “umi. Abi mana ?”. Paling jawabnya “abi lagi pergi,abi nggak di rumah”.
Abi kangen aku nggak yah ? yang dulu seorang putri kecil kalo kemana-mana selalu bareng abi, yang kini udah menjadi gadis dewasa....aaaaahhh,,,,
@^@^@^@
Memang…
Ayah tak mengandungmu, tapi darahnya mengalir di darahmu, darinya kau mewarisi namanya.
Ayah tak melahirkanmu, tapi suaranyalah yang mengantarkanmu pada Allah untuk pertama kalinya ketika kau lahir.
Ayah tak menyusuimu, tapi dari keringatnyalah setiap suapan yang menjadi air susumu.
Ayah tak menjagamu setiap saat, tapi dalam doanya tak lupa selalu namamu disebutnya.
Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar, karna ayah ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya.
Ibu adalah tulang rusuknya…
Biasanya… bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang sedang sekolah atau kuliah jauh dari orangtuanya, akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya, lalu bagaimana dengan ayah ?, mungkin karna ibu lebih sering menelfon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu ? ternyata ayahlah yang mengingatkan ibu untuk menelfonmu,
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibulah yang sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu ? bahwa sepulang kerja dengan wajah lelah ayahmu menanyakan pada ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian,
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil,,,, ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda, dan setelah ayah menganggapmu bisa, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu, tapi ibu bilang “jangan dulu ayah, jangan dilepas dulu sepeda bantunya”, ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka, tapi sadarkah kamu bahwa ayah dengan yakin membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karna dia tahu putri kecilnya pasti bisa,
Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut untuk mendapat izin keluar malam, dan ayah bersikap tegas dengan mengatakan “tidak boleh”, tahukah kamu bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu, karna bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat berharga,,,
Ketika kamu menjadi gadis dewasa dan kamu harus pergi kuliah di kota lain, ayah harus melepasmu, tahukah kamu bahwa ayah merasa kaku untuk memelukmu, ayah hanya tersenyum dan memberimu nasihat agar hati-hati, padahal ayah ingin sekali menangis dan memelukmu erat-erat, ayah melakukan itu semua agar kamu kuat, kuat untuk menjadi dewasa.
Ayah, bapak, atau abi… dia adalah sosok yang harus terlihat kuat, bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis, dia harus terlihat kuat bahkan saat dia ingin memanjakanmu,,
Itulah ayah.



hhuuuuuaaaa....... ;(
BalasHapusgood job friend..
tingkatkan... ;)
#always figthing...
thanks friend...
Hapus