all about daily, opinion, stories, inspiration, until the lesson

Sabtu, 20 Mei 2017

Tentang Ayah


Sedikit cerita
“situ udah adzan maghrib nad ?” Tanya abiku di telfon. “iya bi” jawabku.
“kok udah adzan ya, sini belum, abi aja masih makan” kata abiku.
Serasa mulutku ini pengen nyeloteh menjawab kata-kata abiku : “iyakah bi ?”. “lauknya apa bi ?”. “aku udah bosen sama lauk sini bi”. “kangen, pengen makan bareng dirumah”.
Ufffttt,,,, tapi itu Cuma celotehan dalam hati aja, rasanya pengen menjawab itu, jarang-jarang aku bisa ngobrol sama abi. Tapi karna udah maghrib jadi aku cuma jawab “oo, gitu ya bi”, “ya udah tak tutup dulu ya” kata abi.
Aaaahhh,,, kenapa aku nggak ngobrol panjang lagi, kenapa cuma itu…kenapa ngepasi waktu maghrib…
Tiap di telfon, jarang sekali bisa denger suara abi, keseringan klo aku nanya “umi. Abi mana ?”. Paling jawabnya “abi lagi pergi,abi nggak di rumah”.
Abi kangen aku nggak yah ? yang dulu seorang putri kecil kalo kemana-mana selalu bareng abi, yang kini udah menjadi gadis dewasa....aaaaahhh,,,,

                @^@^@^@
Memang…
Ayah tak mengandungmu, tapi darahnya mengalir di darahmu, darinya kau mewarisi namanya.
Ayah tak melahirkanmu, tapi suaranyalah yang mengantarkanmu pada Allah untuk pertama kalinya ketika kau lahir.
Ayah tak menyusuimu, tapi dari keringatnyalah setiap suapan yang menjadi air susumu.
Ayah tak menjagamu setiap saat, tapi dalam doanya tak lupa selalu namamu disebutnya.
Tangisan ayah mungkin  tak pernah kau dengar, karna ayah ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya.
Ibu adalah tulang rusuknya…
Biasanya… bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja di perantauan, yang sedang sekolah atau kuliah jauh dari orangtuanya, akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya, lalu bagaimana dengan ayah ?, mungkin karna ibu lebih sering menelfon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu ? ternyata ayahlah yang mengingatkan ibu untuk menelfonmu,
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibulah yang sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu ? bahwa sepulang kerja dengan wajah lelah ayahmu menanyakan pada ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian,
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil,,,, ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda, dan setelah ayah menganggapmu bisa, ayah akan melepaskan roda bantu di sepedamu, tapi ibu bilang “jangan dulu ayah, jangan dilepas dulu sepeda bantunya”, ibu takut putri manisnya terjatuh lalu terluka, tapi sadarkah kamu bahwa ayah dengan yakin membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karna dia tahu putri kecilnya pasti bisa,
Ketika kamu sudah beranjak remaja, kamu mulai menuntut untuk mendapat izin keluar malam, dan ayah bersikap tegas dengan mengatakan “tidak boleh”, tahukah kamu bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu, karna bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat-sangat berharga,,,
Ketika kamu menjadi gadis dewasa  dan kamu harus pergi kuliah di kota lain, ayah harus melepasmu, tahukah kamu bahwa ayah merasa kaku untuk memelukmu, ayah hanya tersenyum dan memberimu nasihat agar hati-hati, padahal ayah ingin sekali menangis dan memelukmu erat-erat, ayah melakukan itu semua agar kamu kuat, kuat untuk menjadi dewasa.
Ayah, bapak, atau abi… dia adalah sosok yang harus terlihat kuat, bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis, dia harus terlihat kuat bahkan saat dia ingin memanjakanmu,,
Itulah ayah.
Read More

Tafsir Qur'an Surat Al-Hujurot Ayat 10

Bismillah... berawal dari tugas mata kuliah Ushulu Tafsir untuk memberikan penafsiran pada suatu ayat, dengan membedakan metode tafsir ijmaly, maudhu'iy, tahlily, & muqorron, yang di ambil dari beberapa kitab, akhirnya aku meringkas sedikit penafsiran dari QS.Al-Hujurot ayat 10, aku tertarik sama ayat ini karna ayat ini sudah sangat sering dipakai orang jika membahas pembahasan tentang ukhuwah islamiyah, penafsiran ini aku nukil dari kitab tafsir al-Qurthuby, tafsir Ibnu Katsir,dan kitab tafsir Karimurrahman, semoga bermanfaat ....

Tafsir Surat Al-Hujurot Ayat 10
Firman Allah Ta’ala :
 إِنَّما المُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَ التَّقُوْالله لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ 
“Sesungguhnya orang-orang mu’min itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat”  (QS.Al-Hujurot : 10)
( ( إِنَّماَ المُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ Bahwa seluruh kaum muslimin di dunia ini adalah bersaudara, yakni Ukhuwah Fiddin (saudara seagama). Dikatakan bahwa Ukhuwah fiddin itu lebih kekal daripada ukhuwah nasab. Sesungguhnya ukhuwah nasab bisa terputus dengan adanya perbedaan agama, akan tetapi ukhuwah fiddin tidak bisa terputus dengan adanya perbedaan nasab. Oleh karna itu seluruh kaum muslimin di penjuru dunia ini adalah satu saudara meskipun berasal dari suku yang berbeda-beda serta nasab yang berbeda. Jika didapati seseorang yang berada di ujung barat bumi atau di ujung timur bumi, selama dia beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, rosul-Nya, beriman terhadap hari akhir, maka sesungguhnya dia adalah saudara bagi kaum muslimin seluruhnya, kaum muslimin diwajibkan untuk mencintainya sebagaiman mencintai dirinya sendiri.
                                                                                                                                                            المؤمن لمؤمن كالبنيان يشدّ بعضه بعضاً، و شبك صلىّ الله عليه و سلّم بين اصابعه
“Seorang mukmin bagimukmin yang lain ibarat satu bangunan, saling menguatkan bagiannya dengan bagian yang lain, kemudian rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendekatkan jari-jarinya”.
            (فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ  ) Yakni memperbaiki hubungan diantara kaum muslimin yang sedang bermusuhan. Allah dan rosul-Nya sungguh telah memerintahkan untuk mendirikan hak-hak sesama muslim dan apa-apa yang bisa menghasilkan  rasa kasih sayang serta kelembutan dan menjadi penengah diantara mereka, maka dari itu jika didapati diantara mereka saling bermusuhan yang akan mengakibatkan pada terpecahnya hati, maka bagi kaum muslimin diwajibkan untuk memperbaiki hubungan diantara mereka itu.
            (و التَّقُواللهَ  ) Kemudian Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kepada kaum muuslimin untuk senantiasa bertakwa disetiap urusan-urusan mereka, di barengi dengan perintah untuk memenuhi hak sesama kaum muslimin agar mendapatkan rahmat-Nya, yang demikian itu menunjukkan bahwasanya tidak memenuhi hak-hak sesama mukmin adalah penghalang terbesar dari kerahmatan.
 (لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُنَ  ) Ini adalah hak rahmat dari Allah subhanahu wata’ala bagi orang-orang yang bertakwa kepada-Nya. Dan jika telah mendapatkan rahmat, maka tercapailah kebaikan dunia dan akhirat.

Rujukan
Taisir Al-Karim Ar-Rahman Fi Tafsir Kalam Al-Mannan, oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir bin Abdullah Alu Sa’di At-Tamimi Al-Hambali.
Al-Jami’ Li Ahkam Al-Qur’an Wa Al-Mubayyin Limaa Tadhammanahu Min As-Sunnah Wa Ayyi Al-Furqon, oleh Imam Abu Abdullah bin Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar Al-Anshari Al-Qurthuby.
Tafsir Ibnu Katsir, oleh Imam Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi.



Read More

Angin


Menjadi Angin. 
Kau tahu bagaimana rasanya menjadi angin ?
menghempaskan setiap tetes air seperti menghempaskan perasaan-perasaannya sendiri.
Aku pernah menjadi angin, mengalir dari ketinggian, menghempaskan tubuhnya sendiri.
Bertemu hujan,,, menghempaskannya…
Bertemu daun gugur,,, menerbangkannya…
Bertemu pepohonan,,, membuatnya gemerisik…
Aku memenuhi seluruh hidupmu,,,tapi tidak pernah kau sadari keberadaannya.
Aku berusaha menyejukkanmu,,, tapi kamu hanya memejamkan mata.
Tidak pernah tahu keberadaanku.
Kau tahu bagaimana rasanya menjadi angin ? mungkin seperti aku saat ini,
Terus menerus berada di sekitarmu, tapi jarang tidak pernah kamu pedulikan,
Menghempaskan dirinya sendiri agar kamu merasa nyaman dengan udara sekitarmu,
Maukah kau mencoba menjadi angin ?
@suaracerita-KurniawanGunadi&AlfinaSubiantoro


Read More

Jumat, 19 Mei 2017

SaveSyiria

Mengingat kembali…
Suriah negeri yang di berkati, Suriah negeri para nabi, Suriah negeri imam akhir zaman, Suriah negeri ahlu sunni…
Tapi…
Sudah 5 tahun suriah bersimbah darah, Negara-negara kafir bersatu (Rusia, Amerika, Iran, Irak, milisi syi’ah intenasional).
Mengapa mayoritas Negara muslim justru malah diam…
Kemana umat islam ?, Negara-negara muslim ?

Mayoritas tidak peduli atau hanya membantu dalam batas aman..
Read More

Kamis, 18 Mei 2017

Belajar Dari Hujan

Belajar Dari Hujan

Orang-orang itu aneh, mereka bilang menyukai hujan…
Tapi kenyataannya disetiap hujan turun, mereka selalu berlindung di balik payung, berlindung di bawah atap, bahkan diantara mereka memaki karna hujan membuat baju mereka basah…
Mereka tidak benar-banar menyukai, hanya mulutnya saja, tapi tindakannya tidak,
Mereka hanya mencari sensasi atau hanya sekedar menjual romantisme,
Nyatanya mereka mencela hujan yang tak kunjung reda, yang mendinginkan udara sekitar dan membuat jemuran tak kunjung kering…
Sayang… cintanya hanya sebatas kata,
Sayang… katanya hanya sebatas kalimat status di media sosial,
Hanya menjadi foto untuk mendukung kesenduan.
Aku rasa, kita tidak akan mengerti hujan kecuali jika menjadi hujan itu sendiri.
Bagaimana,, jika sesekali kita mendengarkan kata orang bahwa mereka menyukai kita, padahal di belakang itu semuaa mereka tidak demikian.
Manusia banyak yang seperti itu, manusia telah terlatih untuk berpura-pura di hadapan orang lain, memanipulasi sikapnya, dan menyaring kata-katanya menjadi manis, meski tidak dalam hati dan fikiran.
Dan kita akan belajar menjadi hujan…
Bahwa ia akan turun dan ia tidak peduli dengan banyak orang yang menyesali kehadirannya…
Hujan akan turun untuk ia yang membutuhkannya,,
Untuk orang-orang yang merindukan kedatangannya,,
Untuk tanaman dan hewan yang membutuhkannya.
Tidak perlu menghabiskan fikiran dan hati kita untuk orang-orang yang tidak menyukai kita.
Lebih baik kita curahkan hati dan fikiran kita untuk orang-orang yang menghargai keberadaan kita,
Untuk orang-orang yang mencintai kita dan menunggu kita, meski jumlahnya mungkin tidak banyak
Tapi itu akan membuat hidupmu jauh lebih bahagia
Dan kamu tidak perlu bersusah payah untuk membuat hidupmu bahagia
Karna sungguh akan selalu ada orang yang tidak menyukaimu,
Dan kamu tidak perlu memikirkan yang demikian.

Read More

Senin, 08 Mei 2017

Sang Penakluk

SANG PENAKLUK


 Kemenangan Al-Fatih merupakan bentuk realisasi kalam Rasul mengenai bisyarah (kabar gembira) bahwa negara adidaya seperti Romawi bisa ditaklukkan keganasan dan kepongahannya oleh pemimpin muda lagi alim, tetapi bervisi tinggi.
 Penaklukan Konstantinopel oleh Al-Fatih pada tahun 1453 mengejutkan seluruh penjuru dunia. Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya.
Al-Fatih yang bermakna Sang Penakluk adalah gelar yang disematkan kepada Sultan Mehmed II atas keberhasilannya memimpin pasukan Utsmaniyah membebaskan Konstantinopel, ibu kota Romawi Timur. Al-Fatih mengakhiri sejarah Kekaisaran Byzantium, kelanjutan Kekaisaran Romawi Kuno. Kemudian, di atasnya, ia mendirikan kekaisaran muslim, Turki Utsmani, yang baru bangkit dari Asia.
Pendidikan  di Masa Belia
Al-Fatih terlahir di Edirne, 29 Maret 1432, delapan tahun setelah pengepungan Konstantinopel yang dilancarkan oleh ayahnya, Murad II. Tak di pungkiri jika pendidikan masa kecil juga mempengaruhi karakter seorang Mehmed II, sejak kecil Ia sudah di berikan pendidikan yang sarat dengan ilmu, baik berupa ilmu agama seperti ilmu fiqh dan al-Qur’an, juga ilmu yang bersifat umum seperti ilmu bahasa, matematika, astronomi, ilmu sejarah, geografi, syair, puisi, seni, dan ilmu teknik terapan lainnya.
 Ia habiskan  hafalan seluruh ayat Al-Qur’an ketika berumur 8 tahun, bahkan ia kuasai bahasa Arab, Turki, Persia, Prancis, Yunani, Serbia, Herbrew, dan Latin sebelum usianya mencapai 17 tahun. Sebagian besar waktunya juga dihabiskan di atas kuda, menjajal kemampuan fisiknya dalam medan laga. Semenjak balig, dia tak pernah luput dari shalat berjamaah, shalat sunnah, puasa sunnah, shalat malam, dan shalat dhuha. Spiritualitas yang kuat khas pemimpin Islam yang besar sudah melekati di dirinya sejak muda.
Kombinasi ilmu inilah yang kemudian membentuk karakter Muhammad Al-Fatih sebagai seorang yang sangat cerdas. Selain itu Ia juga berguru kepada seorang guru kerajaan yang bernama Syikh Aaq Syamsudin, seorang polymat juga ulama yang menguasai berbagai bidang dan berwawasan luas. Sehingga Mehmed mendapatkan ilmunya dari seorang yang benar-benar tepat.
 Dengan usianya yang baru 19 tahun, Muhammad dilantik menjadi sultan, menyusul kematian ayahnya. Setelah itu, seluruh harinya ia dedikasikan untuk merancang pembebasan Konstantinopel, mewujudkan bisyarah sang Rasul.
Konstantinopel akhirnya takhluk
 Konstantinopel adalah kota permata yang bersinar menyilaukan siapapun yang melihatnya. Keindahannya, kemajuannya, budayanya, juga letak strategisnya. Konstantinopel terlindung tembok benteng yang kukuh menjulang, kota ini  merupakan ibukota Byzantium yang sudah sejak lama ingin ditaklukan oleh siapapun.
Dua hari pertama serangan pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih dapat dengan mudah dipatahkan oleh pasukan bertahan Konstantinopel. Taktik penyerangan menggunakan meriam pun dilakukan. Selama satu pekan,benteng dibombardir tanpa henti. Legenda 1.300 tahun bahwa benteng itu tak tertembus harus bisa dipecahkan rekornya sekarang.
Bombardir terus diluncurkan, hingga pasukan pun berhasil membuat lubang cukup besar di dekat Gerbang St.Romanus. 18 April, dua jam setelah azan dan shalat Magrib dilaksanakan berjamaah, Sultan memerintahkan penyerbuan besar-besaran. Akan tetapi, kali ini juga mampu ditahan. Benteng memang sudah berkurang ketahanannya. Namun, untuk ditembus dan merangsek ke dalam kota, itu masih terlalu jauh.
Peta Konstantinopel digelar. Di sekelilingnya telah berkumpul komandan perang, penasihat perang, dan semua ahli taktik Utsmani.Mendiskusikan rantai besar yang terhampar di laut yang memang digunakan untuk menghalangi pasukan laut Muhammad mendekati benteng, sang sultan menegaskan, ”Bila kita tak dapat memutuskan rantai itu, kita akan melewatinya!
Jalan satu-satunya adalah mengangkat kapal-kapal dari Double Coloumns di Selat Bosphorus melewati daratan Galata menuju Valley of Springs di Teluk Tanduk Emas agar bisa melewati rantai raksasa tersebut. Mustahil? Sangat! Akan tetapi, tekad sudah dicanangkan. Pembebasan Konstantinopel harus segera diselesaikan. Sekarang atau tidak sama sekali.
Ratusan sapi jantan dikerahkan untuk menarik kapal-kapal Utsmani membelah bukit dengan ketinggian rata-rata 60 meter di atas permukaan laut dan ratusan laki-laki membantu mengarahkan serta menariknya dengan tali-tali yang diikatkan pada tubuh mereka. Hebatnya, 72 kapal itu sukses melewati bukit tersebut hanya dalam waktu satu malam.
Perencanaan serangan pamungkas pun digelar. Semua dewan pertimbangan dikumpulkan. Impian tujuh turunan keluarga Utsman dan 825 tahun mimpi kaum muslimin harus segera diwujudkan.
Takbir bersahutan. Kunci kemenangan bukan pada lengkapnya persenjataan dan jumlah pasukan, tetapi pada ketaatan kepada Allah dan terjauhnya diri dari kemaksiatan. Seluruh pasukan Sultan Muhammad sadar akan hal itu.
Pukul satu dini hari adalah langkah awal berakhirnya pengepungan dan serangan umum mulai dilancarkan. Serangan penghabisan. Menang atau kalah. Sekarang atau tidak sama sekali! Empat jam serangan dilancarkan, benteng tak jua berhasil ditaklukkan. Setiap serangan selalu termentahkan. Ribuan pasukan mulai kendor lagi semangatnya. Jumlahnya mulai berkurang karena banyak yang syahid.
Sultan kebingungan. Pasukan Janissari sebanyak tujuh ribu yang menjadi pasukan andalannya adalah kunci terakhir. Lalu, diperintahkannyalah pasukan Janissari untuk menyerbu. Pasukan tersebut berhasil menekan pertahanan. Ditambah lagi, bendera Utsmani berhasil dikibarkan menggantikan bendera St. Mark di sisi lain benteng. Itu adalah awal dari ciutnya nyali pasukan Konstantinopel. Kota telah jatuh! Begitu pikir mereka.
Gempuran meriam makin digencarkan untuk melantakkan benteng. Gerbang St. Romanus pun dapat dijebol pasukan Janissari dan mereka menancapkan bendera Utsmani di sana. Setelah itu, 30.000 pasukan muslim telah berada di dalam kota. Kemudian, satu per satu gerbang dibuka dari dalam dan di satu per satu menara ditancapkan bendera Utsmani yang berkibar di atasnya, berwarna merah dan hijau dengan bulan sabit berwarna emas. Terikan-teriakan, ”Kota telah jatuh, kota telah jatuh!” mulai terdengar bersahutan dari mulut kaum muslimin yang sedari tadi melantunkan takbir keras-keras.
Prestasi Muhammad Al-Fatih dalam memimpin serta ketegasannya terhadap musuh sehingga Ia mampu mendapatkan keberhasilan dalam hidupnya, mampu merebut benteng kokoh bernama Konstantinopel itu, tidak lain juga di latar belakangi oleh kepribadiannya yang luhur. Sholat malam atau sholat tahajjud menjadi senjata utamanya. Inilah pedang malam Muhammad Al-Fatih. Dengan pedangnya ini maka timbullah energi yang luar biasa yang menalir di dalam nadi setiap pasukannya. Ruh-ruh inilah yang harus dihembuskan dalam dada-dada para pemuda dimanapun dan kapanpun. Demi mewujudkan Islam yang jaya.


Read More

Selasa, 02 Mei 2017

Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud

Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud

A.    BIOGRAFI
Beliau adalah Abu Abdillah bin Ubaidillah bin Abdullah bin Mas’ud Al-Hudly Al-Madany radhiyallahu ‘anhu. Di lahirkan pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, beliau adalah ayah dari Abdullah Al-hudly Al-Madany. Ubaudillah termasuk nama mulia dari golongan Quraisy, sedangkan Hudail nama sebuah kabilah besar.
Menurut Al-Waqidy dan Muhammad bin Namir, beliau wafat pada tahun 98 H. Namun berbeda dengan Al-Haitsam bin Adi yang mengatakan bahwa beliau wafat pada tahun 99 H. Dan adapula yang mengatakan bahwa beliau wafat pada tahun 200 H di Madinah, dan ini merupakan pendapat yang paling rajah.
B.     TALAQQY
 Ubaidillah banyak bertemu dengan para sahabat -ridwanullahi ta’ala  alaihim-, beliau banyak mendengar dan meriwayatkan hadist dari beberapa sahabat, di antaranya seperti Inbu Abbas, Abu Hurairah, Aisyah ummul mukminin, Fathimah binti Qa’is, Ummu Qa’is bintu Muhsin, Abi Waqith Al-Laitsy,  Zaid bin Khalid Al-Juhny, Ibnu Umar, Abi Sa’id, An-Nu’man bin Basyir, Maimunah, Ummu Salamah, dan juga dari Umar bin Khattab.
Di samping itu juga banyak yang meriwayatkan hadits dari beliau (Ubaidillah bin Abdullah), diantaranya yakni ; Az-Zuhry, Musa bin Aisyah, Abu Zinad, Sholih bin Kisan, Khushoif Al-Jazary, Sa’ad bin Ibrohim, Thalhah bin Yahya bin Thalhah dan masih banyak lagi yang meriwayatkan hadits dari beliau. Selain itu, beliau juga adalah seorang guru dari salah satu amirul mukminin, yakni khalifah Umar bin Abdul Aziz.
C.     KEPRIBADIAN DAN KEUNGGULAN
Beliau adalah seorang imam yang buta matanya, namun demikian beliau memiliki kepribadian yang sangat luhur, beliau seorang ulama yang tsiqqoh, alim, faqih, sholih, banyak ilmu dan juga banyak hadits yang telah beliau riwayatkan, selain iitu beliau juga sangat mahir dalam bersyair.
Az-Zuhry mengatakan bahwa Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud ibarat lautan dari samudra ilmu, di karnakan begitu luasnya ilmu yang beliau miliki. Bahan Az-Zuhry juga pernah mengatakan :
 “Aku telah mendengar banyak ilmu, maka aku mengira bahwa ilmuku itu sudah cukup bagiku. Sampai aku bertemu dengan Ubaidillah, maka seakan-akan tidak ada ilmu apapun di tanganku.”
D.    KONTRIBUSI DALAM FIQIH
Ubaidillah bin Abdullah bin Mas’ud adalah sorang imam ahi fiqih, mufti dari Madinah, dan merupakan salah satu dari Fuqohaus Sab’ah yang terdiri dari :
1.         Said bin Musayyab
2.         Urwah bin Zubair
3.         Al-Qosim bin Muhammad bin Abu Bakar
4.         Khorijah bin Zaid bin Tsabit
5.         Abu Bakar bin Abdurrahman bin Harits bin Hisyam
6.         Sulaiman bin Yasar
7.         Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud
Yang dimana dari tangan Fuqohaus Sab’ah ini tersebarlah Fiqih Ahlul Madinah, dan menjadi Madrosah Al-Fiqhiyah Al-Ulaa pada masa itu.
  
REFERENSI
Ad-Dhahaby, Al-Imam Syamsyuddin Muhammad bin Ahmad binUtsman, Siyar A’lamu Nubalaa’, Daarul Hadits, Kairo 2006 M / 1427 H, Juz 5
Manna’, Al-Qhotthan, At-Tasyri’ Wal Fiqhi Fil Islam, Muassasatur Risalah, Beirut 1982 M / 1402 H
At-Thorify, Dr.Nashir bin Aqil bin Jasir, Tarikh Al-Fiqhi Al-Islamy, Maktabah At-Taubah, Riyad 1997 M /  1418 H
Al-Hasyimi, Syaikh Abdul Mun’im, Kisah Para Tabi’in, Ummul Quro, Jakarta 2015 M / 1436 H

Read More

pengennya kuliah di arab
Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

About Author

Assalamu'alaikum, welcome to my personally blog. This blog is a place where i want to share many things, in between characters, and more. Thank you for visiting and Happy Reading! -Nadiya Ridlwan-
Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Pages - Menu

Instagram

@nadiyakaff

Copyright © Nadiya Ridlwan | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com